MAN IC Tapsel (Humas)— Prestasi kembali ditorehkan MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan di tingkat nasional. Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan berhasil menjadi salah satu tim terpilih dalam Kompetisi SOBAT BUMI 2026 yang diselenggarakan oleh PT United Tractors Tbk, dengan mengusung inovasi lingkungan bertajuk “TAPSEL BIOCHAR MOVEMENT: Gerakan Desa Karbon Positif – Mengembalikan Karbon ke Tanah, Stop Bakar, Mulai Subur.”
Keberhasilan tersebut diraih setelah tim mengikuti rangkaian seleksi proposal yang diikuti oleh sekolah-sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Berdasarkan hasil evaluasi dan penilaian penyelenggara, proposal MAN IC Tapanuli Selatan dinyatakan lolos dan berhak memperoleh dukungan pendanaan sebesar Rp2.500.000 dari PT United Tractors Tbk untuk mendukung implementasi program yang telah dirancang.
Capaian ini menjadi prestasi membanggakan sekaligus menunjukkan kemampuan murid MAN IC Tapanuli Selatan dalam mengembangkan gagasan inovatif yang berangkat dari persoalan nyata di tengah masyarakat.
Melalui TAPSEL BIOCHAR MOVEMENT, tim mengangkat persoalan pengelolaan limbah biomassa pertanian yang selama ini masih banyak dilakukan melalui pembakaran terbuka. Praktik tersebut tidak hanya menghilangkan potensi bahan organik yang dapat dimanfaatkan kembali, tetapi juga berkontribusi terhadap pelepasan karbon dan pencemaran udara.
Sebagai alternatif, tim memperkenalkan pendekatan “Stop Bakar, Mulai Subur”, yakni mengolah biomassa pertanian menjadi biochar untuk kemudian dikembalikan ke tanah. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas tanah, mendukung produktivitas pertanian, sekaligus mendorong praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan.
Program ini tidak berhenti pada pengembangan produk, tetapi juga diarahkan sebagai sebuah gerakan edukasi dan pemberdayaan masyarakat. Melalui konsep Gerakan Desa Karbon Positif, tim ingin membangun kesadaran bahwa limbah biomassa memiliki nilai guna apabila dikelola dengan metode yang tepat.
Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan terdiri atas Sahira Latifa, Muhammad Maulana Siregar, Aufa Aulia, Nazwa Amelia Pos Pos, Rofiqoh Adzkia Dalimunthe
Dalam proses penyusunan proposal hingga pengembangan inovasi, tim mendapatkan pendampingan dari Mis Ariska Ainun Jamila Rambe selaku pembimbing.
Keberhasilan tersebut menjadi bagian dari komitmen MAN IC Tapanuli Selatan dalam menumbuhkan budaya riset dan inovasi di kalangan murid. Madrasah terus mendorong peserta didik untuk tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan lingkungan dan sosial yang berkembang di masyarakat.
Kepala MAN IC Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan tim riset tersebut. Menurutnya, capaian ini menjadi bukti bahwa proses pembinaan riset yang dilakukan secara konsisten mampu melahirkan gagasan yang kontekstual, aplikatif, dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Prestasi ini patut kita syukuri dan apresiasi. Gagasan yang dikembangkan para murid tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga mempunyai nilai kebermanfaatan bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berharap pendanaan ini menjadi awal bagi tim untuk mengimplementasikan inovasinya secara lebih nyata dan terukur,” ungkapnya.
Ia menambahkan, MAN IC Tapanuli Selatan akan terus memberikan ruang bagi para murid untuk mengembangkan minat, kreativitas, kemampuan riset, serta kepedulian terhadap isu-isu strategis, termasuk persoalan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan.
Melalui dukungan pendanaan SOBAT BUMI 2026, Tim Riset MAN IC Tapanuli Selatan selanjutnya akan memasuki tahapan implementasi dan pengembangan program. Diharapkan TAPSEL BIOCHAR MOVEMENT dapat menjadi model gerakan sederhana yang dapat diterapkan di tengah masyarakat, khususnya di wilayah yang memiliki potensi limbah biomassa pertanian.
Keberhasilan ini sekaligus memperkuat semangat MAN IC Tapanuli Selatan sebagai “Kampus Prestasi Mandiri Islami”, dengan terus menghadirkan prestasi yang tidak hanya membanggakan madrasah, tetapi juga memberi kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.