MAN IC Tapsel (Humas) : Dua tim riset Madrasah Alaiyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Tapanuli Selatan (Tapsel) ukir prestasi tingkat nasional dengan meriah juara 2 dan 3 dalam ajang SOBAT Competition 2026 yang diselenggarakan PT United Tractors Tbk.
Kepala MAN Insan Cendekia Tapsel, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I, M.S.I, Kamis (8/10/2026) mengatakan prestasi yang diraih dua tim tersebut merupakan satu bukti kemampuan siswa madrasah dalam melahirkan inovasi berbasis riset yang tidak berhenti pada gagasan, tetapi diwujudkan dalam bentuk prototype sebagai solusi terhadap persoalan nyata di masyarakat.
SOBAT Competition 2026 yang berlangsung dari 24 Juni hingga 7 Oktober 2026 dengan tema “Sinergi Inovasi dan Aksi Nyata dalam Membangun Kemandirian Desa Berkelanjutan.” ucap Abdul Hakim, seluruh peserta mengikuti tiga tahapan seleksi sebelum peserta terbaik melaju ke babak final.
"Pada tahap final, peserta tidak hanya dituntut mempresentasikan ide, tetapi juga merealisasikan gagasan inovasi dalam bentuk alat atau prototype. Alhmadulillah Siswa MAN IC tampil cukup membanggakan," tuturnya.
Dalam babak final tersebut, lanjut Kepala MAN IC, Tim MAN IC yang terdiri dari Annisa Haviva Hasibuan dan Afifah Humairah Siregar berhasil meraih juara 2 melalui inovasi “Arbor-Kinetic Hub: Solusi Self-Powered Lighting Berbasis Piezoelectric-Aeroelastic untuk Mewujudkan Kemandirian Energi di Desa.”
Inovasi tersebut menawarkan konsep penerangan mandiri dengan memanfaatkan energi mekanik yang tersedia di lingkungan melalui pendekatan piezoelectric dan aeroelastic. Gagasan ini diarahkan menjadi salah satu alternatif solusi untuk mendukung kemandirian energi, khususnya di lingkungan perdesaan.
Sementara Juara 3 Nasional juga diraih tim Defry Gusemni Hutama dan Aleesya Nazla Harahap juga dari MAN IC melalui inovasi “TAPSEL AGROHUB 4.0: Adaptive IoT untuk Pengelolaan Pascapanen dan Pemberdayaan Komoditas Unggulan Menuju Kemandirian Desa Berkelanjutan.”
TAPSEL AGROHUB 4.0 mengusung pemanfaatan teknologi Internet of Things (IoT) untuk membantu pengelolaan pascapanen sekaligus mengoptimalkan komoditas unggulan daerah agar memiliki nilai tambah.
"Konsep tersebut diarahkan untuk menjawab tantangan pengelolaan hasil pertanian sekaligus membuka peluang pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan teknologi," tuturnya.
Keberhasilan dua tim tersebut, ungkap Abdul Hakim, tidak terlepas dari pendampingan Mis Ariska Ainun Jamila Rambe, S.Si, dalam membimbing peserta sejak pengembangan gagasan, penyempurnaan konsep, hingga proses finalisasi inovasi dan prototype.
Menurutnya, prestasi ini menunjukkan bahwa lingkungan madrasah mampu menjadi ruang tumbuh bagi riset dan inovasi siswa. Dua tim MAN IC Tapsel tidak hanya berkompetisi dengan membawa gagasan, tetapi juga ditantang membuktikan gagasan tersebut melalui karya nyata.
Dua penghargaan tingkat nasional itu sekaligus memperlihatkan bahwa riset siswa madrasah dapat diarahkan untuk menjawab persoalan strategis, mulai dari kemandirian energi hingga penguatan sektor pertanian dan ekonomi desa.
"Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas, riset, dan teknologi ketika dipadukan dengan persoalan nyata di daerah dapat melahirkan inovasi yang memiliki daya saing hingga tingkat nasional," tutupnya.