Lewati ke konten utama
Logo MAN IC Tapsel

Delapan Murid MAN IC Tapsel Melaju ke Tahap Wawancara Madrasah Goes Abroad Kemenag RI 2026

Delapan Murid MAN IC Tapsel Melaju ke Tahap Wawancara Madrasah Goes Abroad Kemenag RI 2026
12 Sep 2026 ictapsel@gmail.com Prestasi

Tapanuli Selatan (Humas) — Jalan menuju kampus-kampus terbaik dunia mulai terbuka bagi murid MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan. Sebanyak delapan murid dinyatakan lulus seleksi administrasi Program Madrasah Goes Abroad (MGA) Tahun 2026 dan berhak melanjutkan perjuangan ke tahap wawancara. Capaian ini menjadi bukti bahwa mimpi menempuh pendidikan tinggi di luar negeri kini semakin nyata dan dipersiapkan melalui proses yang terarah.



Delapan murid tersebut adalah Aleesya Nazla Harahap, Ariran Wijdan Machani, Bunga Lestari Hasibuan, Fathir Rahman Raditya, Lunaya, Naura Afifah Albaini, Shaira Aini Balqis Harahap, dan Yusuf Al-Bukhori Siregar. Mereka berhasil melewati seleksi administrasi yang mensyaratkan sejumlah dokumen penting, antara lain identitas sebagai warga negara Indonesia, rekomendasi Kepala Madrasah, motivation letter berbahasa Inggris, sertifikat kemampuan bahasa asing, serta dokumen prestasi akademik.



Program Madrasah Goes Abroad bukan sekadar kegiatan mengenalkan pendidikan di luar negeri. Berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 6846 Tahun 2026, program ini dirancang untuk mempersiapkan murid madrasah agar memiliki pengetahuan, keterampilan, keberanian, dan kesiapan mental dalam menembus perguruan tinggi kelas dunia, baik melalui jalur beasiswa maupun pembiayaan mandiri.



Melalui program ini, peserta akan dibimbing untuk memetakan kemampuan bahasa asing, menentukan bidang studi sesuai potensi dan aspirasi, memilih kampus tujuan, serta menyusun berbagai dokumen strategis. Dokumen tersebut meliputi esai, personal statement atau statement of purpose, study plan, lini masa persiapan studi, hingga curriculum vitae atau resume yang sesuai dengan standar pendaftaran perguruan tinggi internasional.



Peserta yang nantinya ditetapkan dalam kuota nasional sebanyak 100 murid akan mengikuti pendampinganu intensif dengan total alokasi 360 jam pelajaran. Materinya mencakup strategi memilih dan mendaftar ke kampus tujuan, eksplorasi peluang beasiswa di berbagai negara, penulisan esai, keterampilan menghadapiui wawancara, wawasan budaya akademik di luar negeri, serta penguatan moderasi beragama. Program juga diarahkan untuk membangun budaya riset dan publikasi ilmiah di lingkungan madrasah.



Kepala MAN Insan Cendekia Tapanuli Selatan, Abdul Hakim Siregar, S.Pd.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan delapan murid tersebut. “Kelulusan pada tahap administrasi ini merupakan pintu awal dari perjalanan yang lebih besar. Kami ingin mereka hadir dalam wawancara bukan hanya dengan kemampuan akademik, tetapi juga membawa karakter, kepercayaan diri, visi masa depan, dan identitas sebagai generasi madrasah yang siap berkontribusi bagi Indonesia,” ungkapnya.



Ia menegaskan bahwa keikutsertaan murid MAN IC Tapsel dalam MGA merupakan bagian dari ikhtiar madrasahu membangun ekosistem studi lanjut luar negeri secara berkelanjutan. “Target kita bukan hanya lolos dalam satu program. Yang sedang kita bangun adalah budaya: berani bermimpi secara global, menyiapkan diri secara serius, serta memiliki komitmen untuku kembali memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” tambahnya.



Sesuai jadwal terbaru Direktorat KSKK Madrasah, tahapu wawancara berlangsung pada 11–13 September 2026, sedangkan hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 14 September 2026. Dengan semangat Prestasi, Mandiri, dan Islami, kedelapan murid kini membawa harapan besar keluarga dan madrasah. Mereka tidak hanya sedang mengetuk pintu kampus dunia, tetapi juga sedang menegaskan bahwa dari Tapanuli Selatan, generasi madrasah mampu berdiri percaya diri di Delapan Murid MAN IC Tapsel Melaju ke Tahap Wawancara Madrasah Goes Abroad 2026 Kemenag RIpanggung global.


Bagikan:
Chat Kami