SEJARAH AWAL BERDIRINYA MAN IC TAPANULI SELATAN

Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tapanuli Selatan merupakan MAN IC yang berdiri pada periode ke empat dalam sejarah pendirian MAN IC Indonesia. Hal ini diperjelas dengan Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 744 tahun 2017 tentang pendirian Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia.

Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tapanuli Selatan merupakan madrasah ke delapan belas (18). Berdirinya madrasah unggulan Kementerian Agama jenis ini diharapkan akan menghadirkan cendekiawan-cendekiawan yang berakhlakul karimah yang kelak akan menjadi generasi pemimpin bangsa. MAN IC sendiri tak terlepas dari sejarahnya yang berawal dari MAN IC Serpong dan MAN IC Gorontalo. Beranjak dari kedua madrasah pelopor tersebut, maka kementerian agama menginisiasi untuk pendirian MAN IC di tiap provinsi yang ada di Indonesia tak terkecuali untuk provinsi Sumatera Utara juga yaitu Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia Tapanuli Selatan.

MAN Insan Cendekia adalah model satuan pendidikan jenjang menengah yang memadukan antara Pendidikan Agama Islam dengan bidang ilmu pengetahuan dan teknologi secara seimbang. Dengan keterpaduan tersebut, MAN Insan Cendekia diharapkan menjadi pelopor upaya menghilangkan dikotomi antara ilmu agama dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. MAN Insan Cendekia menempatkan etika Islam yang bersumber pada nilai-nilai universal Al-Qur’an dan Al-Hadist untuk menjiwai seluruh bidang keilmuan yang diajarkan.

Visi

Visi MAN Insan Cendekia adalah terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam keimanan dan ketakwaan, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, serta mampu mengaktualisasikannya dalam masyarakat.

Misi

  1. Menyiapkan calon pemimpin masa depan yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, mempunyai daya juang tinggi, kreatif, inovatif, proaktif dan mempunyai landasan iman dan takwa yang kuat yang diwujudkan melalui perilaku kehidupan beragama yang moderat.
  2. Menumbuhkembangkan minat, bakat, dan potensi peserta didik untuk meraih prestasi pada tingkat nasional sampai internasional.
  3. Meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berkomunikasi dengan bahasa internasional.
  4. Meningkatkan pengetahuan dan kemampuan profesional pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan perkembangan dunia kependidikan.
  5. Menjadikan MAN Insan Cendekia sebagai lembaga pendidikan yang bertata kelola baik, mandiri, dan berwawasan lingkungan.
  6. Menjadikan MAN Insan Cendekia sebagai model dalam pengembangan pembelajaran iptek dan imtak bagi lembaga pendidikan lainnya.